Cyberindo.id

BREAKING NEWS

Cyberindo.id...

01/11/2026

PCNU Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik, Tegaskan Sinergi Cabang dan MWC

PCNU Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik, Tegaskan Sinergi Cabang dan MWC
Minggu, November 01, 2026
Penulis: Andi Mayanto
PCNU Kabupaten Bekasi masa khidmat 2026-2031 resmi dilantik di Antero Hotel Jababeka
Cyberindo.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi masa khidmat 2026-2031 resmi dilantik. Gelaran tersebut di Antero Hotel Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara pada Minggu (1/11/2026).

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bekasi, KH. Enjuk Marzuki, M. PdI, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremonial ikrar, melainkan awal tanggung jawab besar dalam mengemban amanah organisasi dan pengabdian kepada umat.

"Pelantikan ini bukan hanya ikrar, melainkan menyambung tugas mulia umat, membimbing masyarakat, serta menjaga Kabupaten Bekasi agar tetap berada di jalan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Islam yang rahmatan lil alamin," ujar KH. Enjuk.

KH. Enjuk menekankan kunci kekuatan NU terletak pada sinergi yang solid antara cabang dan anak cabang. Ia mengibaratkan PCNU sebagai otak, sementara MWC sebagai jantung penggerak organisasi.

"PCNU adalah otaknya NU, sedangkan MWC adalah jantungnya. Apabila jantungnya tidak berdenyut, maka PCNU pun akan mati suri," tegasnya.

Menurut dia, roda organisasi tidak akan berjalan jika hanya bertumpu pada kepengurusan cabang. Keaktifan MWCNU hingga tingkat kecamatan menjadi penentu denyut khidmat NU di tengah masyarakat.

Ia mengakui amanah yang diemban tidak ringan, karena menyangkut dimensi keagamaan dan sosial. Namun, dengan kebersamaan dan kolaborasi seluruh banom dan lembaga, tantangan tersebut akan terasa lebih ringan.

"Tugas ini memang berat. Akan tetapi, apabila semuanya saling bersinergi dan berjalan bersama, insyaallah akan terasa lebih ringan," katanya.

Di akhir sambutan, KH. Enjuk berharap seluruh pengurus yang baru dilantik mampu menjaga soliditas dan terus berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama.

"Harapan saya, seluruh pengurus dapat bersama-sama berjuang dan terus berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi penguat peran NU di Kabupaten Bekasi, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Selengkapnya

31/10/2026

Bappeda Rilis 7+1 Menu Musrenbang CSR 2026, Ini Rincian Lengkapnya!

Bappeda Rilis 7+1 Menu Musrenbang CSR 2026, Ini Rincian Lengkapnya!
Sabtu, Oktober 31, 2026
Sumber: Bappeda Kabupaten Bekasi 
Cyberindo.id – Bappeda Kabupaten Bekasi merilis Menu Musrenbang CSR Kabupaten Bekasi Tahun 2026 melalui program GERAK CSR SOLID (Gerakan Kolaborasi CSR melalui Sinergi Lintas Instansi dan Dunia Usaha).

Menu kolaborasi ini dibagi menjadi dua gerakan besar:

Pertama, GERAK SAING yang fokus pada peningkatan daya saing SDM. Di dalamnya ada 7 program prioritas mulai dari perbaikan ruang kelas dan toilet sekolah, beasiswa siswa kurang mampu, pelatihan AI untuk guru dan siswa, pembinaan Sekolah Adiwiyata, pelatihan kerja dan sertifikasi, pelatihan wirausaha dan digital marketing, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Kedua, GERAK MULUS yang fokus pada penataan jalan lingkungan permukiman dengan konsep 1 Desa 1 Penataan Jalan.

Dengan menu ini, perusahaan tidak lagi bingung mau CSR apa. Tinggal pilih sesuai kemampuan, dan dijamin tepat sasaran.

Melalui Musrenbang CSR 2026, Bappeda Kabupaten Bekasi menginisiasi penyelarasan program CSR perusahaan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Pemerintah daerah menyediakan menu kolaborasi CSR yang bisa dipilih perusahaan sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan di lapangan.

Mulai dari perbaikan fasilitas sekolah, beasiswa, pelatihan digital, peningkatan keterampilan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga penataan jalan lingkungan desa.


Baca Selengkapnya

30/10/2026

Bupati Bekasi dan Gubernur Jabar Cek Sampah Kali Jambe KM 19 Tol Japek, Siapkan Rp2,3 Miliar untuk Normalisasi

Bupati Bekasi dan Gubernur Jabar Cek Sampah Kali Jambe KM 19 Tol Japek, Siapkan Rp2,3 Miliar untuk Normalisasi
Jumat, Oktober 30, 2026

Atasi Tumpukan Sampah KM 19 Tol Japek, Bupati Bekasi dan KDM Cek Langsung Kali Jambe
CyberindoI.id - Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) turun langsung ke lokasi tumpukan sampah di kawasan KM 19 ruas Tol Jakarta-Cikampek (Tol Japek), tepatnya di aliran Kali Jambe, Jumat (30/10/2026).


Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan melalui normalisasi sungai, pengangkutan sampah, dan penguatan koordinasi lintas daerah dari hulu hingga hilir.


Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan penanganan sampah di Kali Jambe tidak bisa dilakukan sendiri karena berkaitan dengan aliran sampah lintas wilayah.


Menurutnya, sampah yang mencemari Kali Jambe diduga berasal dari kawasan Sumur Batu dan Bantargebang. Kelebihan kapasitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut membuat sampah terus terbawa arus hingga ke Kabupaten Bekasi.


"Untuk penanganannya, Pemkab Bekasi telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk kegiatan normalisasi. Setelah dinormalisasi, sampah yang terkumpul akan diangkat dan ditangani bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk dibawa ke lokasi pengelolaan sesuai koordinasi lintas daerah," ujar Asep.


Asep menegaskan penanganan harus menyasar sumber masalah di hulu, bukan hanya di titik tumpukan. Pemkab Bekasi telah berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi terkait pemasangan jaring sampah dan pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


"Aliran Kali Jambe bermuara hingga Kali CBL. Karena itu persoalan sampah dan pencemaran harus ditangani dari sumbernya. Kami berharap pembenahan di hulu, termasuk jaring sampah dan penataan IPAL, segera dilakukan agar sampah tidak terus terbawa ke hilir," katanya.


Ia menambahkan, sesuai arahan Gubernur Jabar, seluruh tahapan penanganan akan dijalankan berdasarkan timeline yang telah disepakati. Pemkot Bekasi juga diminta menyampaikan tahapan pekerjaan dan target waktu agar penanganan terukur dan terkoordinasi.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait menyebut volume sampah liar yang menumpuk di kawasan KM 19 mencapai sekitar 1.200 meter kubik.


Penanganannya dilakukan kolaboratif melibatkan Pemkab Bekasi, Pemkot Bekasi, PSDA Provinsi Jabar, dan pihak terkait dari DKI Jakarta.


"Untuk Kabupaten Bekasi, kami siapkan sekitar 50 sampai 60 armada dump truck yang akan beroperasi hari Minggu. Waktunya kami atur di hari libur agar tidak mengganggu pelayanan persampahan rutin masyarakat pada hari kerja," jelas Syafri.


Sampah yang diangkut dari Kabupaten Bekasi direncanakan dibawa ke Aspex Kumbong. Melalui koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Jabar, dan pengelola TPST tersebut, pengangkutan mendapat dukungan pembebasan biaya tipping fee.


DLH juga menyoroti perlunya pembangunan pintu penahan sampah permanen berbahan beton di titik nol kilometer perbatasan aliran sungai antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.


Menurut Syafri, penghalang sampah yang ada saat ini belum mampu menahan seluruh sampah saat volume meningkat. Akibatnya sampah tetap mengalir ke wilayah Kabupaten Bekasi dan menumpuk di sekitar jembatan KM 19.


"Kami butuh pintu penahan sampah permanen berbahan beton di titik nol perbatasan. Jika sampah berasal dari hulu, bisa tertahan sejak awal dan menjadi tanggung jawab daerah asal," ungkapnya.


Ia berharap penanganan lintas daerah ini memperkuat koordinasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Baca Selengkapnya

KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto Terkait Dugaan Korupsi Insentif Pajak

KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto Terkait Dugaan Korupsi Insentif Pajak
Jumat, Oktober 30, 2026


Cyberindo.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Bogor Rudy Susmanto sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pemotongan upah pungut pajak dan pengadaan barang dan jasa di Pemkab Bogor, Kamis (29/10/2026).


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Polres Bogor untuk efektivitas pendalaman perkara.


Selain Rudy Susmanto, KPK juga memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Bogor, di antaranya Sekda Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Bappenda Irawan Susanto, Kasubbag BPKAD Hanny Lesmanawaty, dan Kadis Ketahanan Pangan Andri Hadian.


Sebelumnya, KPK telah menggeledah sejumlah kantor dinas seperti Disdik, Bappenda, dan BKPSDM. Penyidik menyita dokumen dan uang Rp1,5 miliar yang diduga terkait perkara.


Kasus ini naik ke tahap penyidikan sejak Agustus 2026. Hingga kini masih menggunakan sprindik umum dan belum ada tersangka yang ditetapkan.

Baca Selengkapnya

UMKM Binaan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Olah Ikan Jadi Menu Favorit Keluarga

UMKM Binaan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Olah Ikan Jadi Menu Favorit Keluarga
Jumat, Oktober 30, 2026
Penulis: Andi Mayanto
Dinas Perikanan Bekasi, UMKM Bekasi, Desa Huripjaya, Babelan, Olahan Ikan, Wahyudin
Ibu-ibu UMKM binaan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi saat mengolah ikan menjadi berbagai menu makanan
Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi terus menunjukkan kreativitas dalam mengolah hasil perikanan.

Kelompok yang didominasi ibu-ibu rumah tangga tersebut menggelar kegiatan pengolahan ikan menjadi berbagai menu makanan keluarga.

Kegiatan berlangsung di kediaman salah seorang anggota kelompok di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kamis, 29 Oktober 2026, 

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing pada Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring sekaligus melihat potensi olahan ikan binaan.

"Ini adalah bagian daripada monitoring dan sekaligus melihat potensi olahan ikan UMKM kami," ujar Wahyudin di lokasi.

Menurutnya, kegiatan ini melibatkan ibu-ibu tangguh yang belajar mengolah ikan menjadi menu yang disukai keluarga.

"Kami bersama ibu-ibu tangguh belajar mengolah ikan menjadi berbagai menu makanan yang disukai", katanya.

Wahyudin menambahkan, selain untuk menciptakan menu favorit keluarga, kegiatan pengolahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi pelaku UMKM.

Melalui pembinaan berkelanjutan, Dinas Perikanan berharap produk olahan ikan UMKM asal Babelan ini bisa naik kelas, masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari paket wisata industri dan kuliner yang sedang dikembangkan.


Baca Selengkapnya