Usulan tersebut disampaikan Doni Ardon pada Minggu (1/11/2026) kemarin. Menurutnya, kehadiran tokoh pers di dalam TP2D penting untuk mengawal transparansi dan publikasi pembangunan.
"Pers itu bukan hanya tukang catat, tapi mitra kritis pembangunan. Kalau tokoh pers masuk TP2D, informasi pembangunan bisa lebih transparan sampai ke masyarakat bawah," ujar Doni Ardon yang dikutip dari berbagai media lokal Bekasi.
Baca juga: SMSI Kabupaten Bekasi Dorong Tokoh Pers Masuk TP2D Kawal Transparansi Pembangunan
Seperti diketahui, TP2D Kabupaten Bekasi sendiri baru dibentuk pada 16 Oktober 2026 lalu dengan 18 anggota yang berasal dari akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat. Belum ada unsur jurnalis atau tokoh pers di dalamnya.
Ketua SMSI menilai, Bupati Bekasi yang memiliki visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju dan Sejahtera perlu mempertimbangkan usulan ini.
"Kami dari SMSI Kabupaten Bekasi siap berdiskusi. Tujuannya sama, mengawal agar pembangunan di 23 kecamatan ini benar-benar terasa manfaatnya," tambah Doni.
Hingga berita ini ditayangkan, Senin (2/11/2026) pagi, pihak Humas Pemkab Bekasi belum memberikan pernyataan resmi terkait usulan tersebut.
Apakah Bupati Bekasi akan mengakomodir usulan tokoh pers masuk TP2D? Kita tunggu bersama.





