Cyberindo.id

BREAKING NEWS

Cyberindo.id...

04/11/2026

Lantik 154 Kades se-Kabupaten Bekasi, Bupati Asep Surya Atmaja Tekankan Transparansi dan Pelayanan Publik

Lantik 154 Kades se-Kabupaten Bekasi, Bupati Asep Surya Atmaja Tekankan Transparansi dan Pelayanan Publik
Rabu, November 04, 2026

Cyberindo.id - Sebanyak 154 Kepala Desa (Kades) dari 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Rabu (04/11/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi. Hadir di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Drs. H. Endin Samsudin, http://M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron, S.H.I., http://M.Si., Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo, S.I.K., M.H., jajaran pimpinan DPRD, kepala perangkat daerah, serta unsur pemerintahan lainnya. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dan undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa kepala desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta para kades yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

"Kepala desa baru diharapkan mampu mengedepankan pelayanan publik, serta memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing," ujar Bupati Asep.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kondusivitas wilayah.

"Koordinasi dengan unsur TNI-Polri, kecamatan, BPD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah," katanya.

Selain itu, Bupati mengingatkan agar tata kelola pemerintahan desa dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Hal ini terutama terkait pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan desa.

Pelantikan 154 kepala desa yang tersebar di 23 kecamatan tersebut menandai dimulainya babak baru pemerintahan desa di Kabupaten Bekasi untuk masa jabatan 2026–2034.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pemerintahan desa, pembangunan Kabupaten Bekasi diharapkan semakin merata, pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.


Baca Selengkapnya

Bupati Bekasi Sampaikan Nota APBD 2027, Fokus 4 Prioritas Pembangunan

Bupati Bekasi Sampaikan Nota APBD 2027, Fokus 4 Prioritas Pembangunan
Rabu, November 04, 2026

Cyberindo.id - Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan nota penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2027.


Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi di Gedung DPRD, Cikarang Pusat, Selasa (3/11/2026).


Selain Raperda APBD 2027, Bupati Asep juga menyampaikan Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.


Bupati Asep memaparkan empat arah prioritas pembangunan Kabupaten Bekasi tahun 2027.


Keempat prioritas tersebut yakni, pertama, mewujudkan perekonomian inklusif dan berdaya saing. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).


Ketiga, memperkuat pelayanan dasar dan pemerataan infrastruktur. Keempat, meningkatkan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.


Bupati menegaskan, pengelolaan APBD harus dilakukan secara efektif dan efisien.


"Setiap alokasi belanja daerah harus mendukung program pembangunan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.


Ia berharap, kedua Raperda tersebut dapat dibahas bersama DPRD secara konstruktif dan profesional, agar selaras dengan kebutuhan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Baca Selengkapnya

03/11/2026

Soal Isu Pengamanan Jenderal Polri, Menko Yusril: Saya Belum Tahu, Tunggu Penjelasan Resmi

Soal Isu Pengamanan Jenderal Polri, Menko Yusril: Saya Belum Tahu, Tunggu Penjelasan Resmi
Selasa, November 03, 2026

Cyberindo.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra buka suara terkait kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri yang ramai di media sosial.

Yusril mengaku belum mengetahui kebenaran informasi tersebut. Ia meminta publik untuk menunggu penjelasan resmi dari pejabat yang berwenang.

"Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi, nanti kita akan tunggu saja. Mungkin nanti akan ada penjelasan resmi mengenai soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskan," ujar Yusril kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Yusril menegaskan, dirinya juga baru mengetahui isu tersebut dari media sosial dan belum dapat memastikan kebenarannya.

"Sama seperti anda, saya mendengar kabar itu dari membaca juga di media sosial, tapi belum dapat memastikan apa-apa tentang apa yang sebenarnya terjadi," pungkasnya.
(Sumber: IDN Times)


Baca Selengkapnya

KPK Masuk Bekasi Karena Perizinan, Bupati Asep Siapkan 3 Klaster Perbaikan

KPK Masuk Bekasi Karena Perizinan, Bupati Asep Siapkan 3 Klaster Perbaikan
Selasa, November 03, 2026
Penulis: Andi Mayanto
Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja memaparkan tiga klaster prioritas pembenahan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten 
Cyberindo.id - Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja memaparkan tiga klaster prioritas pembenahan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat. Selasa, 03/11/2026.

Klaster pertama adalah infrastruktur. Bupati meminta Dinas Bina Marga untuk berkolaborasi langsung dengan kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan dan pengklasteran kondisi jalan secara detail.

"Saya ingin Dinas itu bekerja sama dengan kecamatan, desa, dinasnya apa, bisa Bina Marga. Saya ingin tahu jalan yang bagus berapa kilo, yang rusak berat berapa, rusak sedang berapa, rusak ringan berapa. Harus bisa kasih klaster itu," ujar Asep.


Klaster kedua adalah kesehatan. Asep menegaskan dirinya akan segera melakukan penandatanganan kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi tercover BPJS.

Untuk mengefisiensi anggaran, ia meminta adanya kolaborasi lintas perangkat daerah, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disnaker, Dukcapil, hingga BPJS. Kolaborasi diperlukan untuk verifikasi data warga yang sudah meninggal, pindah domisili, hingga yayasan dan sekolah yang belum membayarkan BPJS karyawannya.

"Saya ingin besok kesehatan ini saya akan tanda tangan ke BPJS. Semua masyarakat Kabupaten Bekasi di BPJS-kan. Tapi biar anggaran tidak keluar banyak, berarti Dinas Sosial, Kesehatan, Disnaker, Dukcapil dan BPJS itu kolaborasi," tegasnya.

Klaster ketiga adalah perizinan. Asep menyinggung masuknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kabupaten Bekasi yang salah satunya terkait persoalan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Ia meminta agar sistem perizinan antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan Dinas Cipta Karya diperbaiki agar tidak berbelit dan memakan waktu lama.

"Hari ini KPK masuk ke Kabupaten Bekasi karena perizinan. Hari ini, tadi disebutkan PBG itu jelas. Saya ingin nanti dibuatkan lagi antara PTSP dengan Dinas terkait Cipta Karya gimana caranya perizinan enggak lama," pungkasnya.


Baca Selengkapnya

Progres Normalisasi Kali CBL 60 Persen, Bupati Bekasi Bakal Tertibkan Bangunan Liar

Progres Normalisasi Kali CBL 60 Persen, Bupati Bekasi Bakal Tertibkan Bangunan Liar
Selasa, November 03, 2026

Cyberindo.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan segera menertibkan bangunan liar (bangli) yang menghambat proses normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).


Penegasan tersebut disampaikan Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai meninjau sejumlah titik pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Babelan, Selasa (03/11/2026).


Bupati mengatakan, penertiban akan dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Tahap awal akan diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi, dilanjutkan dengan rapat pimpinan (rapim) untuk menentukan langkah eksekusi di lapangan.


Baca juga: Ahli Waris Uji Bin Otong Gugat Lippo, Sengketa Lahan 3,6 Hektare di Bekasi Berlanjut di PN Cikarang


"Pasti ada langkah penanganannya. Saya akan lihat dulu lokasinya, setelah itu kita rapatkan untuk menentukan langkah penertiban. Kalau sudah diputuskan, pelaksanaannya bisa segera dilakukan, bahkan dalam waktu sekitar satu minggu setelah rapat," tegas Asep.


Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengungkapkan progres fisik normalisasi CBL saat ini telah mencapai lebih dari 60 persen.


Menurut Henri, kendala utama di lapangan masih adanya bangunan liar yang berdiri di sempadan kali, terutama di wilayah Desa Kalijaya, Kertamukti, Muktiwari, hingga kawasan Sukatani.


"Kendala utama memang masih adanya bangunan liar. Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bekasi agar penanganannya bisa segera dilaksanakan, sehingga pekerjaan normalisasi dapat berjalan lebih efektif dan hasilnya lebih tertata," ujar Henri.


Selain bangli, Henri menyebut masih terdapat sekitar satu kilometer pekerjaan normalisasi CBL yang belum teranggarkan. Untuk itu, pihaknya tengah menyiapkan kajian sebagai dasar pengajuan tambahan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).


Usulan tersebut, kata dia, telah dikoordinasikan dengan Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi dan kini menunggu hasil kajian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).


Henri menambahkan, sejumlah segmen normalisasi CBL dari wilayah Sukamahi hingga Muara telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.


Sementara penanganan ke arah hulu hingga wilayah Cibitung masih membutuhkan penyelesaian kendala di lapangan. Pihaknya menargetkan pekerjaan pada segmen tersebut rampung pada akhir November 2026.


"Semoga ini bermanfaat untuk penanganan banjir di Kabupaten Bekasi terutama saat musim hujan tiba," pungkasnya.

Baca Selengkapnya